𝕋𝕦l𝕘𝕒𝕤 𝕡𝕜𝕟 𝕥𝕘𝕝 𝟚𝟙/𝟙𝟙/𝟚𝟚

 1. Tahun 1602 (masuknya VOC) 

   Pada tanggal 20 Maret 1602, Belanda mendirikan perusahaan dagang di Indonesia yang dikenal dengan Verenigde Oost Indische Compagnie (VOC).

      VOC merupakan usulan dari Olden Barneveld dan dipimpin oleh 17 orang direktur yang disebut Dewan Tujuh Belas atau Heeren Zeventien. Tujuan didirikannya VOC adalah sebagai berikut :

1.Menguasai pelabuhan-pelabuhan penting. 

2.Menguasai kerajaan-kerajaan di Indonesia. 

3.Melaksanakan monopoli perdagangan rempah-rempah. 

4.Pengalihan kekuasaan VOC kepada kerajaan Belanda. 

     VOC mampu menguasai dan memonopoli perdagangan rempah-rempah karena dilatarbelakangi dengan beberapa hal, yakni: 

1.Menaklukan Portugis. 

2.Modal yang berlimpah. 

    Memasuki akhir abad ke-18, kejayaan VOC mulai merosot. Kemerosotan tersebut diakibatkan oleh beberapa faktor, yaitu :

1.Banyak pegawai VOC yang melakukan korupsi. 

2.Sulitnya melakukan pengawasan terhadap daerah penguasaan VOC yang sangat luas. 

3.Meletusnya Revolusi Perancis yang menyebabkan Belanda jatuh ke tangan Perancis di bawah pimpinan Napoleon Bonaparte. 

4.Terjadinya penentangan oleh rakyat Indonesia kepada VOC dalam bentuk peperangan yang banyak menyedot pembiayaan dan tenaga. (kompas.com) 


2. Tahun 1808 (Kerja rodi oleh Deandels) 

     Deandels datang ke Indonesia pada 1808, setelah diberi tugas oleh Raja Perancis, Louis Napoleon. Saat itu Belanda berada di bawah kekuasaan Perancis.

        Di Indonesia, Daendels diberi tugas untuk mempertahankan Pulau Jawa dari serangan Inggris. Beberapa usaha yang diterapkan Daendels adalah membangun pabrik senjata di Semarang dan Surabaya.

Daendels juga membangun jalan raya dari Anyer hingga Panarukan dan mendirikan benteng-benteng untuk pertahanan.

         Semua usaha Daendels tersebut dilaksanakan dengan kerja rodi atau kerja paksa. Selain kerja paksa, Daendels mengumpulkan uang dari rakyat dengan cara menjual hasil bumi dengan harga murah dan melakukan kebijakan-kebijakan yang memberatkan rakyat. (kompas.com) 


3. Tahun 1828 (tanam paksa) 

    Pada tahun 1828 pemerintah Belanda menerapkan sistem tanam paksa yang mewajibkan penduduk pribumi menanami sebagian dari tanahnya dengan tanaman yang sudah ditentukan oleh pemerintah dan hasilnya diserahkan kepada pemerintah Belanda.

        Sistem tanam paksa adalah peraturan yang dikeluarkan oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda Johannes van den Bosch pada tahun 1830. Peraturan ini mewajibkan seluruh penduduk yang menanam kopi, tebu, teh, tarum dan tanaman komoditas ekspor lainnya untuk diserahkan kepada pemerintah kolonial. Akibat sistem tanam paksa ini, rakyat Indonesia sangat menderita, bahkan di beberapa kota terjadi kematian yang disebabkan kelaparan. Sehingga hal ini melanggar nilai-nilai kemanusiaan dan merampas hak-hak rakyat. (roboguru.ruangguru.com) 


4. Tahun 1860 (terbitnya novel Max Havelaar oleh Multatuli) 

       Max Havelaar adalah sebuah novel tahun 1860 yang ditulis oleh Multatuli, nama pena dari Edward Douwes Dekker.Edward Douwes Dekker sendiri berperan penting dalam membentuk dan memodifikasi kebijakan kolonial Belanda di Hindia Belanda pada ke-19. 

        Dalam novel tersebut, Max Havelaar, mencoba berperang untuk melawan sistem pemerintahan yang korup di Jawa. Akhirnya, Multatuli atau Edward Douwes Dekker menulis Max Havelaar sebagai bentuk protes terhadap kebijakan kolonial ini. 

        Namun, tulisan ini juga memiliki tujuan lain, yaitu untuk mencari rehabilitasi untuk pengunduran dirinya dari layanan pemerintah. (kompas.com). 


5. Tahun 1908 (kebangkitan nasional Indonesia) 

     Kebangkitan Nasional Indonesia adalah periode pada paruh pertama abad ke-20 di Nusantara (kini Indonesia), ketika rakyat Indonesia mulai menumbuhkan rasa kesadaran nasional sebagai "orang Indonesia". Masa ini ditandai dengan dua peristiwa penting yaitu berdirinya Budi Utomo (20 Mei 1908) dan ikrar Sumpah Pemuda (28 Oktober 1928).

        Hari Kebangkitan Nasional yang jatuh pada tanggal 20 Mei ditiap tahunnya, sebenarnya merupakan hari lahirnya organisasi Boedi Utomo. Kebangkitan Nasional yang merupakan kebangkitan bangsa Indonesia yang mulai memiliki rasa kesadaran nasional ditandai dengan berdirinya Boedi Utomo tanggal 20 Mei 1908 dan lahirnya Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928. (disdik.grobogan.go.id) 


6. Tahun 1928 (Sumpah pemuda) 

      Sumpah Pemuda adalah ikrar pemuda dan pemudi Indonesia.Ikrar ini digagas oleh Persatuan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI) pada Kongres Pemuda II, 28 Oktober 1928.Sumpah Pemuda menjadi cikal bakal pergerakan pemuda untuk berjuang meraih kemerdekaan Indonesia.

      Pada 12 Agustus 1928, para pemuda kembali mengadakan pertemuan untuk membentuk panitia, menentukan waktu dan tempat, serta menyusun tujuan Kongres Pemuda II.Melalui diskusi panjang, lahirlah keputusan untuk mengadakan Kongres Pemuda II pada 27-28 Oktober 1928 di Batavia. 

      Apabila diterjemahkan dalam ejaan bahasa Indonesia yang berlaku saat ini, maka isi Sumpah Pemuda berbunyi:

1.Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia.

2.Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa satu, bangsa Indonesia.

3.Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia. (kompas.com) 

 

7.Tahun 1945 (Revolusi Indonesia atau revolusi Nasional) 

       Revolusi Indonesia atau Revolusi Nasional Indonesia adalah masa setelah kemerdekaan ketika Republik Indonesia masih berkonflik dengan Kerajaan Belanda. 

    Peristiwa ini terjadi mulai dari proklamasi kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus 1945, hingga pengakuan kemerdekaan Indonesia oleh pihak Belanda pada 29 Desember 1949. Revolusi ini berujung pada berakhirnya pemerintah kolonial Hindia Belanda yang mengakibatkan perubahan struktur sosial di Indonesia. (kompas.com) 


8. Tahun 2022

     Sebagai masyarakat Indonesia dan sebagai penerus bangsa Indonesia kita harus menjaga da mempertahankan kemerdekaan Indonesia dengan belajar sunguh-sungguh, menatuhi tata tertib yang berlaku di Indonesia. 


          


Komentar

Postingan populer dari blog ini

PKN 31/10/22